Rabu, 05 Maret 2014

Teologi Trinitas dan Tritunggal di Indonesia dan Malaysia, Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus, berasal dari ajaran sesat Ibrahim Tunggul Wulung (1800-1885), yang bernama asli Raden Kusuma, berasal dari Kawedanan Juwono, Kediri. Diperkirakan beliau menjadi penganut Kristen pada tahun1855.

Tunggul Wulung adalah orang awam Kristen, yang pertama kali membuat tuhan-tuhan berhala Kristen Indonesia dan juga Kristen Malaysia, yaitu Bapa Allah, Putra Allah dan Roh Suci Allah, yang kemudian disempurnakan oleh teolog Indonesia, menjadi Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. 

Di Malaysia disempurnakan oleh pakar teologi mereka, menjadi Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.

Tunggul Wulung juga adalah orang yang pertama kali membuat rumusan dasar  teologi Trinitas dan Tritunggal di Indonesia, juga trinitas di Malaysia. Jadi wajar kalau Ibrahim Tunggul Wulung diberikan gelar Bapak Teologi Indonesia dan Malaysia.

Ini adalah kebodohan yang sagat fatal dari Teologi Tunggul Wulung. Lalu mengapa semua ini bisa terjadi? Dari kalangan Kristen itu sendiri akan menjawab pertanyaan ini: Kalangan pengajar Gereja Indonesia di Tanah Jawa (GITJ) yang menganggap ajaran Tunggal Wulung sebagai bentuk kekeliruan secara teologis, dangkal karena hanya dua bulan belajar agama Kristen, dan dianggap sinkretisasi kepercayaan Jawa.

Namun yang sangat mengherankan, kebodohan itu malah menjadi dasar teologi para pakar teologi di Indonesia dan Malaysia pada saat ini. Cukup mencengangkan bukan?

Mari kita lihat dua kesalahan yang sangat fatal dari teologi Tunggul Wulung ini:

Pertama, beliau menggabungkan nama Tuhan Islam "Allah" dengan tuhan-tuhan berhala Kristen.

Kedua, beliau  merubah sifat Allah, yang bersifat tunggal (Esa), menjadi bersifat jamak, menjadi tiga allah, lalu menggabungkannya dengan tuhan-tuhan berhala Kristen, menjadi Bapa allah, Putra Allah dan Roh Suci Allah.

Disini kita dapat melihat kesalahan yang sangat fatal dari Teologi Tunggul Wulung itu, sangat kelihatan Tunggul Wulung sama sekali tidak mengerti dengan sifat Allah, yang bersifat tunggal (Esa). Beliau malah membuat tuhan tuhan, allah-allah yang baru, bersifat jamak, menjadi tiga allah.

Teologi Trinitas dan Tritunggal di Indonesia ini, telah menyimpang sangat jauh dari Teologi Trinitas Kristen yang sebenarnya. Makanya kita tidak pernah menemukan tuhan-tuhan yang bernama Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus didalam Injil manapun juga.

Terbukti pusat Kristen Protestan dan Katolik sendiri tidak pernah menyembah tuhan-tuhan yang bernama Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus ini. Mereka hanya menyembah Bapa, Anak dan Roh Kudus saja

Dan juga sudah sangat jauh melanggar Teologi Kalvin, teologi yang dipakai oleh Kristen Protestan di Indonesia. Kelvin sendiri tidak pernah mengajarkan Teologi Trinitas Dan Tritunggal Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus, apalagi menyembah tuhan-tuhan itu. Justru beliau tidak mengenalnya, karena tuhan-tuhan ini baru dibuat oleh Tunggul Wulung pada abad ke-18 M. Sedangkan Teologi Kalvin sudah ada sejak abad ke-16 M. Jika Anda tidak percaya, silahkan Anda memeriksanya sendiri, Teologi Kalvin tersebut, baik dalam bahasa Latin maupun dalam bahasa Perancis. Namun percayalah, sampai kapan pun Anda tidak akan pernah menemukanya.

Bukti Tunggul wulung adalah orang yang pertama kali membuat tuhan-tuhan Kristen Indonesia dan Malaysia, kita dapat melihatnya dari rapalan yang beliau ciptakan sendiri: 

Bapa Allah, Putra Allah, Roh Suci Allah 

Telu-telune tunggal dadisawiji

Lemah sangar kayu angker

Upas racun pada tawa

Idi Gusti manggih slamet salaminya

Artinya: 
Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Suci                                                                                                                                             
Ketiganya menjadi satu

Kawasan yang berbahaya, pohon yang jahat

Segala racun bisa akan menjadi tawar

Berkat rahmat Tuhan menemukan keselamatan selamanya

Pada zaman ini, umat Kristen Jawa menyebutkan "Roh Kudus" itu dengan istilah "Roh Suci".

Ajaran menyembah tiga tuhan berhala ini, sebenarnya berasal dari keputusan sidang konsili tahun 381, Pada sidang itu diputuskanlah untuk membuat tuhan Kristen satu lagi, yaitu Roh Kudus, yang setara dengan Bapa dan Tuhan Yesus. Maka sejak tahun 381 itu, resmilah tuhan Kristen menjadi tiga.  

Yesus sendiri tidak pernah mengenal tuhan-tuhan ini, apa lagi mengajarkan dan menyembah ketiga tuhan ini. Karena tuhan-tuhan ini baru dibuat oleh Ibrahim Tunggul Wulung sekitar 1800 tahun setelah Yesus diangkat ke langit. Mungkinkah Yesus mengenalnya? Tidak mungkin bukan?

Paulus sendiri sebagai pendiri agama Kristen, mengajarkan tuhan itu hanya dua, yaitu Bapa dan Tuhan Yesus Kristus, tuhan-tuhan inilah yang hanya disembah Paulus. Paulus sendiri tidak pernah menyembah tuhan-tuhan yang bernama Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus. 

Kristen mempunyai ajaran yang terbalik, yaitu mereka sendirilah yang membuat tuhan-tuhan mereka, bukan malah tuhan-tuhan itu yang menciptakan mereka. Ajaran Kristen ini sama seperti agama berhala lainnya, seperti Budha, Hindu, Mitra (agama berhala Dewa Matahari) dan lain sebagainya. 

Tidak seperti Islam, Allah lah yang menciptakan manusia, bukan manusia yang membuat Allah. Inilah perbedaan yang sangat jauh, antara agama Allah dan agama berhala.

        Bapak Teologi Indonesia dan Malaysia
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar